Kurangi Risiko Bencana, Pemkab Bekasi Kembali Bentuk 40 Desa Tangguh Bencana

banner 468x60

Oleh: H.Razali Berabo
Feb : 14 – 2023

Cikarang Pusat – berabonews.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kembali membentuk 40 Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Dengan dibentuknya 40 Destana baru tersebut, maka saat ini ada 90 desa dan kelurahan tangguh bencana di wilayah Kabupaten Bekasi.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan, sebagai daerah yang status kerawanan bencananya ‘Sedang’, dengan pengalaman bencana yang hampir setiap tahun terjadi, pembentukan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana menjadi hal yang mendasar dalam mengurangi risiko bencana.

Kita alami setiap tahun, ada saja yang terkena banjir, kebakaran, angin puting beliung, dan rob. Oleh karena itu kita bentuk pondasinya di tingkat desa, karena di Desa itu ada APBDes, perangkat desa, jajaran sampai ke RT/RW, kata Dani Ramdan, usai menghadiri sosialisasi 40 Destana baru, di Aula lantai 3 Kantor BPBD, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Selasa (14/02/2023).

Dani mengharapkan masyarakat lebih mengetahui potensi bahaya bencana di masing-masing wilayahnya, dan mampu melakukan mitigasi dan evakuasi secara mandiri.

Bisa mengurangi resikonya, bisa selamat dari bencana, mereka bisa evakuasi mandiri, sebelum datang tim penolong, terangnya.

Melihat kondisi sepekan ke belakang, intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Bekasi, disertai angin kencang serta kejadian angin puting beliung yang ada di beberapa titik, lanjut Dani, dia mengingatkan masyarakat, terlebih yang tempat tinggalnya berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), agar ketika hujan turun lebih dari satu jam untuk siaga menyelamatkan diri dan menganankan barang yang penting.

Kita harus betul-betul siap, tidak harus menunggu air masuk, peralatan yang penting diamankan ke area yang lebih tinggi, kalau punya balita, difabel, lansia, harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman, apalagi air sudah tinggi, tuturnya.

Selain itu, lanjut Pj Bupati, warga diminta untuk memantau informasi cuaca yang ada di daerah hulu sungai, karena bisa berdampak kepada Kabupaten Bekasi yang ada di daerah hilir sungai.

Kadang-kadang di kita tidak hujan, tahu-tahu air naik karena di hulunya hujan berjam-jam, ini yang kita bangun kalau kita punya Desa Tangguh Bencana, jadi antar desa itu bisa punya sarana komunikasi untuk itu, pungkasnya.(ADV)

"

Pos terkait

"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *