Berhasil Turunkan Angka Stunting Hingga 13,8 Persen, Dani Ramdan Apresiasi Capaian Dinkes Kabupaten Bekasi

banner 468x60

Oleh : Rizqy Baidawi

Jan : 18 – 2024 

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan bersama Kadinkes dr Alamsyah dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Supriadinata, menghadiri rapat evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, di ruang rapat kantor Dinkes, Komplek Pemkab Cikarang Pusat, pada Kamis, (18/01/24).

Cikarang Pusat – berabonews.com

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi hingga ke Puskesmas, karena telah meraih capaian terbaik di tahun 2023. Dari 5 capaian terbaik, penanganan stunting terbilang sukses di tahun 2023 karena berhasil ditekan ke angka 13,8 persen.

Saya memberikan apresiasi, ada 5 capaian yang sangat membanggakan dari Dinas Kesehatan, mulai dari aspek penyerapan anggarannya ada di angka 94 persen, kemudian UHC kita masih 99 persen, stuntingnya juga signifikan hampir 4 persen kita menurun, ungkapnya usai memberikan arahan dalam rapat evaluasi bulanan, di Kantor Dinas Kesehatan, Komplek Pemkab Cikarang Pusat, pada Kamis (18/01/24).

Selain itu, capaian lainnya Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar ada di angka 100 persen. Kemudian akreditasi rumah sakit, Puskesmas, dan klinik mendapat nilai yang tinggi.

Saya berharap ke depan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bekasi bisa lebih baik, tuturnya.

Dani menendaskan, meskipun capaiannya sudah baik, jajaran Dinas Kesehatan agar terus meningkatkan kinerja di tahun 2024.

Terutama jumlah proporsi antara Puskesmas dengan penduduk. Kabupaten Bekasi masih butuh 30 Puskesmas baru, sebelum kita menata jumlah Puskesmas yang bisa kita bangun, jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah menambahkan penanganan stunting secara progresif jauh menurun, pada 2021 di angka 21,5 persen. Terlihat menurun di 2022 sekitar 17,8 persen, dan di akhir tahun 2023 ke angka 13,8 persen.

Ini sangat progresif dan secara khusus, kami Dinas Kesehatan ini kolaborasi dengan dinas lain, termasuk Bupati, Pak Sekda, lintas sektor sehingga kami bisa mendapatkan ini, ungkapnya.

Alamsyah menuturkan, pada tahun 2024 program prioritas Dinas Kesehatan akan digenjot pada penyerapan anggaran di atas 94 persen. Kemudian stunting diharapkan bisa ditekan di bawah angka 10 persen.

Kemudian UHC tetap kita pertahankan, kemudian bagaimana penambahan Puskesmas karena masih kurang Puskesmas. Dan terakhir bagaimana mutu layanan Puskesmas bisa lebih baik lagi, pungkasnya.(adv)

"

Pos terkait

"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *